Sejarah SMKS TI Annisa 2
Sejarah SMKS TI Annisa 2 bukanlah sekadar catatan tentang tanggal pendirian atau nama program keahlian. Ia adalah kisah tentang visi besar, tentang keberanian mengambil langkah di tengah perubahan zaman, dan tentang tekad membangun generasi muda yang siap menghadapi tantangan era digital. Perjalanan ini bermula jauh sebelum sekolah itu sendiri berdiri; ia berakar dari keberhasilan sebuah sekolah lain yang telah lebih dulu lahir dan berkembang di bawah naungan Yayasan Annisa Jaya.
Pada tahun 2010, Yayasan Annisa Jaya mendirikan SMKS Annisa dengan program keahlian Farmasi. Sekolah ini dengan cepat mendapat kepercayaan masyarakat. Banyak orang tua melihat bahwa pendidikan vokasi kesehatan menawarkan masa depan cerah bagi anak-anak mereka, dan SMKS Annisa mampu menjawab kebutuhan itu dengan baik. Keberhasilan sekolah tersebut memberikan keyakinan bahwa Yayasan Annisa Jaya memiliki fondasi dan kapasitas yang kuat untuk kembali menghadirkan lembaga pendidikan berkualitas di bidang lainnya. Kepercayaan masyarakat bertumbuh, dan identitas yayasan sebagai penyelenggara pendidikan yang profesional semakin kokoh.
Namun, pada saat yang sama dunia tengah berubah. Teknologi informasi berkembang jauh lebih cepat daripada yang dibayangkan. Internet semakin mudah diakses, komputer menjadi bagian dari hampir semua pekerjaan, dan dunia industri mulai bergantung pada teknologi digital. Di tengah perubahan itu, kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi teknologi meningkat drastis. Namun di wilayah Citeureup dan sekitarnya, belum banyak sekolah kejuruan yang mampu menyediakan pendidikan teknologi yang benar-benar relevan dan terstruktur.
Melihat kesenjangan tersebut, Yayasan Annisa Jaya mulai menyusun rencana besar. Mereka ingin mendirikan sebuah sekolah yang bukan hanya fokus pada teknologi, tetapi juga menyelaraskannya dengan nilai-nilai keislaman, kreativitas, dan kewirausahaan. Sekolah baru itu harus mampu menjadi tempat di mana siswa tidak hanya belajar mengoperasikan perangkat, tetapi juga memahami etika digital, memiliki daya saing kreatif, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan peluang usaha.
Dari gagasan inilah SMKS TI Annisa 2 lahir. Pada 12 September 2011, berdasarkan SK Pendirian 421/50-Disdik, sekolah ini resmi berdiri. Hari itu menjadi awal dari perjalanan panjang membangun lembaga pendidikan vokasi berbasis teknologi yang hingga kini terus berkembang pesat.
Pada awal berdirinya, SMKS TI Annisa 2 hadir dengan satu program keahlian besar, yaitu Teknik Komputer dan Informatika (TKI). Di dalamnya terdapat dua kompetensi keahlian utama, yaitu Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dan Multimedia. Kedua kompetensi ini dipilih karena kebutuhan industri terhadap dua bidang tersebut sangat tinggi, dan dunia kerja pada masa itu sedang berada dalam fase transformasi digital yang masif.
Kompetensi TKJ menjadi tulang punggung pendidikan bidang teknologi jaringan. Siswa diperkenalkan dengan cara kerja komputer, jaringan lokal, instalasi router dan switch, konfigurasi server, hingga troubleshooting perangkat jaringan. Kompetensi ini bahkan berkembang menjadi identitas kuat sekolah karena SMKS TI Annisa 2 kemudian menjadi bagian dari jaringan Mikrotik Academy, yang membuka peluang bagi siswa untuk mendapatkan sertifikasi internasional seperti MTCNA.
Sementara itu, kompetensi Multimedia hadir sebagai wadah bagi siswa yang memiliki minat di bidang desain dan kreativitas digital. Mereka belajar membuat poster, film pendek, animasi dasar, konten visual, fotografi, videografi, hingga editing profesional menggunakan perangkat lunak industri. Keberadaan jurusan ini membuat SMKS TI Annisa 2 menjadi tempat lahirnya talenta-talenta kreatif yang kemudian banyak terjun ke dunia periklanan digital, media sosial, maupun industri kreatif.
Dengan dua kompetensi awal ini, SMKS TI Annisa 2 mulai membangun reputasinya. Sarana prasarana diperluas, laboratorium komputer ditambah, studio multimedia dibangun, dan fasilitas jaringan diperbaiki. Guru-guru profesional dari akademisi dan praktisi industri direkrut untuk memperkuat kompetensi siswa. Secara bertahap, sekolah tumbuh menjadi institusi pendidikan teknologi yang semakin dikenal masyarakat.
Namun perjalanan ini tidak selalu mudah. Dunia pendidikan nasional terus mengalami perubahan kurikulum, mulai dari KTSP ke Kurikulum 2013, hingga akhirnya Indonesia memasuki era Kurikulum Merdeka. Perubahan kurikulum tersebut membawa dampak signifikan terhadap struktur pendidikan di SMK, termasuk nama dan cakupan program keahlian.
Dalam Kurikulum Merdeka, kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) diperluas menjadi Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT). Transformasi ini bukan sekadar pergantian nama, tetapi mencerminkan peningkatan tuntutan industri terhadap kompetensi yang lebih luas. Siswa kini tidak hanya belajar jaringan komputer dasar, tetapi juga teknologi fiber optik, jaringan telekomunikasi, wireless communication, sistem keamanan jaringan, hingga perkembangan teknologi 4G, 5G, dan IoT. Perubahan ini membuat lulusan SMKS TI Annisa 2 semakin relevan dalam dunia kerja modern yang terus bergerak menuju era konektivitas tinggi.
Sementara itu, kompetensi Multimedia berkembang menjadi Desain Komunikasi Visual (DKV). Perubahan ini sejalan dengan perkembangan industri kreatif global yang tidak lagi hanya membutuhkan tenaga teknis multimedia, tetapi juga tenaga kreatif yang memahami branding, strategi visual, desain komunikasi, dan produksi konten digital. Siswa tidak hanya belajar membuat konten, tetapi juga memahami bagaimana desain bekerja dalam konteks pemasaran, storytelling visual, dan psikologi komunikasi visual. Transformasi ini menjadikan DKV sebagai kompetensi yang sangat diminati di era media sosial dan ekonomi kreatif yang terus tumbuh.
Transisi dari kurikulum lama ke Kurikulum Merdeka menjadi momentum besar bagi SMKS TI Annisa 2 untuk memperkuat identitasnya sebagai sekolah yang adaptif dan responsif terhadap perubahan zaman. Pembelajaran diperbarui dengan pendekatan berbasis proyek, industry-based learning, kolaborasi kreatif, evaluasi autentik, hingga penerapan Hybrid Learning yang memadukan pembelajaran tatap muka dengan sistem digital menggunakan Learning Management System (LMS) sekolah.
Selain fokus pada teknologi dan kreativitas, sejak awal berdirinya SMKS TI Annisa 2 memiliki identitas khas yang membedakannya dari sekolah lainnya, yaitu perpaduan Technology, Islamic, Creative, dan Entrepreneurship. Empat pilar ini menjadi arah pembangunan sekolah, menciptakan budaya belajar yang bukan hanya mengejar kecerdasan teknis, tetapi juga kekuatan akhlak, kreativitas inovatif, dan jiwa usaha.
Budaya Islami diterapkan melalui berbagai program pembiasaan religius seperti tadarus pagi, salat duha bersama, salat zuhur berjamaah, tausiyah harian, peringatan hari besar Islam, dan program One Monday One Juz. Tujuannya adalah membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia, disiplin, dan memiliki kecerdasan spiritual yang kuat.
Di bidang kreativitas, siswa terus didorong untuk menghasilkan karya, mulai dari desain digital, film pendek, jaringan inovatif, hingga karya teknologi sederhana. Sementara dalam bidang entrepreneurship, sekolah memberikan ruang siswa untuk belajar memahami peluang bisnis digital, belajar menjadi kreator konten profesional, hingga mempelajari dasar-dasar wirausaha. Melalui kegiatan studentpreneur, siswa belajar bagaimana memproduksi dan memasarkan produk secara nyata.
Perjalanan panjang ini semakin lengkap dengan adanya kolaborasi industri. SMKS TI Annisa 2 bekerja sama dengan berbagai perusahaan teknologi, studio desain, vendor telekomunikasi, serta lembaga sertifikasi nasional maupun internasional. Kerja sama ini membuka peluang besar bagi siswa untuk mengikuti Praktik Kerja Industri (Prakerin), workshop industri, sertifikasi profesi, hingga peluang rekrutmen langsung setelah lulus.
Tidak hanya itu, sekolah juga terus mengembangkan sarana pembelajaran modern seperti laboratorium komputer TJKT, studio DKV, ruangan editing, studio foto mini, ruang server, hingga fasilitas olahraga dan mushola. Semua fasilitas tersebut dibangun untuk mendukung pembelajaran vokasi yang berorientasi praktik, sesuai dengan tuntutan dunia industri.
Prestasi demi prestasi terus diraih. Siswa SMKS TI Annisa 2 berhasil meraih juara lomba jaringan tingkat kabupaten dan provinsi, memenangkan lomba desain poster digital, kompetisi film pendek, serta berbagai penghargaan di bidang kreativitas digital. Prestasi tersebut bukan hanya hasil dari kemampuan siswa, tetapi juga hasil dari sistem pembelajaran yang memberi ruang kreasi luas bagi mereka.
Hingga hari ini, SMKS TI Annisa 2 terus tumbuh dan berkembang. Dengan akreditasi A, reputasi yang semakin kuat, serta jumlah siswa yang terus meningkat setiap tahun, sekolah ini telah menjadi salah satu pilihan utama orang tua dan calon siswa di wilayah Citeureup dan sekitarnya. Kurikulum Merdeka memberikan kesempatan lebih besar bagi sekolah untuk terus berinovasi, menghasilkan lulusan yang tidak hanya mahir teknologi, tetapi juga beradab, kreatif, dan mandiri.
Perjalanan panjang sejak tahun 2011 hingga sekarang merupakan bukti bahwa SMKS TI Annisa 2 bukan hanya tempat belajar, tetapi tempat membangun masa depan. Dari keberhasilan Yayasan Annisa Jaya mendirikan sekolah kesehatan pada tahun 2010, hingga lahirnya sekolah teknologi yang kini semakin matang, seluruh perjalanan ini adalah rangkaian dari visi besar: menghadirkan pendidikan vokasi berkualitas, relevan, dan berkarakter untuk generasi mendatang.
SMKS TI Annisa 2 akan terus berubah, berinovasi, dan berkembang. Tetapi satu hal yang tidak berubah adalah komitmen untuk memberikan pendidikan terbaik—pendidikan yang memadukan kecerdasan teknologi dengan kekuatan iman, kreativitas tanpa batas, dan keberanian untuk menciptakan peluang. Karena bagi SMKS TI Annisa 2, masa depan bukan sesuatu yang ditunggu, tetapi sesuatu yang harus disiapkan dengan sebaik-baiknya.